Media Asing Soroti Busa Tebal Misterius di Kanal Jakarta, Ini Dia Kambing Hitamnya

Alen - Rabu, 9 Juni 2021, 16:30 WIB
Ilustrasi limbah/Pixabay/ds_30

Meski hanya dugaan kesalahan karena masyarakat yang membuat limbah pabrik, sampah rumah tangga, maupun sampah yang dibuang sembarangan termasuk masker medis sekali pakai, nyatanya itulah penyumbang paling umum pencemaran sungai di Jakarta. 

“Saat musim hujan, biasanya pencemaran sampah di sungai, seperti sampah plastik, meningkat karena aliran yang lebih tinggi dari hulu,” kata Muharram.

Baca juga: Cokelat Hitam Memang Pahit, Ternyata Dapat Melindungi Bagian Tubuh Ini dari Sinar Matahari

Tidak seimbangnya jumlah limbah dan pengolahan air limbah termasuk belum kuatnya kebijakan adalah hal penting yang patur diperhatikan ujarnya lagi.

“Kami membutuhkan pengolahan air limbah yang lebih banyak dan memadai di dalam kota. Kami juga membutuhkan kebijakan yang lebih kuat dan implementasinya untuk memberikan sanksi bagi yang membuang sampah sembarangan.”

Pemerintah sebelumnya telah menggunakan jaring untuk menjebak sampah agar tidak mengalir ke laut, dan mengerahkan tim untuk mengambil barang dari permukaan. 

Baca juga: Ya Allah, Mau Naik Haji Antrean Panjang Banget, Begini Ikhtiar Kemenag Menyikapi Dampak Pembatalaan Pemberangkatan Haji karena Pandemi Covid-19

Satu studi baru-baru ini menemukan peningkatan 5% timbunan sampah yang ditemukan di dua sungai, sungai Cilincing dan Marunda, dibandingkan tahun 2016.

Bahkan, yang lebih parah sebagai pendorong limbah ke kanal Jakarta baru-baru ini datang dari peralatan medis pelindung, seperti masker, sarung tangan dan pakaian pelindung bekas pakai, tulis koresponden The Guardian untuk wilayah South-east Asia Rebecca Ratcliffe.***

Editor: Alen

Sumber: The Guardian

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot