PBB Peringatkan Kematian Massal di Myanmar Setelah Ratusan Ribu Orang Melarikan Diri Dari Serangan Brutal Militer

Rahmawati Annisa - Rabu, 9 Juni 2021, 14:30 WIB

Akibat serangan brutal Militer, Ratusan Ribu orang melarikan diri termasuk anak anak dan orang dewasa mengalami kelaparan terserang penyakitAkibat serangan brutal Militer, Ratusan Ribu orang melarikan diri termasuk anak anak dan orang dewasa mengalami kelaparan terserang penyakit/Pixabay/Jpeter2

FIXPALEMBANG.COM - Seorang pakar hak asasi PBB telah memperingatkan kematian massal akibat kelaparan, penyakit dan paparan di Myanmar timur setelah serangan brutal dan membabi buta oleh militer memaksa puluhan ribu orang meninggalkan rumah mereka di Negara Bagian Kayah.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu, Tom Andrews, pelapor khusus PBB untuk Myanmar, menyerukan tindakan internasional yang mendesak.

Ia mengatakan serangan yang dilakukan oleh militer mengambil alih kekuasaan setelah kudeta Februari mengancam nyawa ribuan pria, wanita dan anak-anak di negara bagian Kayah atau Karenni.

Baca juga: Pasca Ditahan Usai Kudeta Myanmar, Aung San Suu Kyi Bakal Hadir Dipengadilan

"Biar aku tumpul, kematian massal akibat kelaparan, penyakit, dan paparan, dalam skala yang belum pernah kita lihat sejak kudeta 1 Februari, dapat terjadi di Negara Bagian Kayah tanpa tindakan segera.”Kata Andrew. 

Permohonan itu muncul beberapa jam setelah kantor PBB di Myanmar mengatakan kekerasan di Kayah telah membuat sekitar 100.000 orang mengungsi

Para pengungsi itu sekarang mencari keselamatan di hutan, komunitas tuan rumah dan bagian selatan negara bagian Shan yang bertetangga.

Mereka yang melarikan diri dan mereka yang berada di lokasi terkena dampak pemboman dan tembakan artileri sangat membutuhkan makanan, air, tempat tinggal, bahan bakar dan akses ke perawatan kesehatan, kata kantor PBB dalam sebuah pernyataan.

Editor: Rahmawati Annisa

Sumber: Aljazeera

tags
Artikel Rekomendasi